Permata Alkitab 598 ­ Kepada Jemaat di Efesus... Dari Paulus (Efesus 1:1-2)

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. (Ef 1:1-2)


Susunan surat yang standar dalam bahasa Yunani lebih masuk akal daripada kebiasaan surat menyurat kita. Jika kita menerima surat dan dari amplopnya tidak dapat diketahui siapa pengirimnya, maka kita harus melihat bagian akhir surat itu untuk melihat siapa yang menandatanganinya. Ini menolong kita untuk menentukan konteks surat tsb. Siapa yang menulis surat itu kepada kita ? Kebiasaan surat menyurat dalam bahasa Yunani adalah menuliskan nama pengirim pada bagian awal. Lalu nama orang yang dituju, yang akan menerima surat itu, dan kemudian mengakhiri surat dengan penutup “Kasih karunia bagimu”.

Karena itu, catatlah pembukaan yang biasa dipakai Paulus dalam suratnya :

Dari Paulus

Kepada gereja di X

Kasih karunia dan Damai sejahtera bagi kalian.

 

Bandingkan pembukaan surat-surat Roma, 1 dan 2 Korintus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika (yang mungkin merupakan surat yang paling singkat dalam Perjanjian Baru), dan 2 Tesalonika. Melalui ketujuh contoh bentuk surat yang standar ini, Anda akan dapat melihat perbedaan-perbedaannya bila elemen-elemen lainnya ditambahkan. Penambahan adalah bagian khusus yang dikhususkan untuk orang-orang tertentu itu, atau dalam pikiran penulisnya merupakan hal-hal yang akan dibahas dalam surat tsb. Dengan memperhatikan hal-hal ini, kita akan dapat melihat apa yang menjadi penekanan dalam surat tertentu.


Ambillah waktu sekarang untuk melihat detil pembukaan surat kepada jemaat di Efesus untuk melihat apa yang dapat Anda pelajari. Ambillah waktu terlebih dahulu untuk melihat apa yang menonjol bagi Anda. Kemudian saya akan membimbing Anda. Kita akan mengambil elemen-elemen yang perlu dikomentari. Tetapi saya ingin mendorong Anda untuk melihat elemen-elemen itu terlebih dahulu agar Anda terbiasa mengenali apa yang harus dicari. Jadi coba lakukan sekarang dengan bagian pembukaan.


Kita akan membahas detilnya besok.



Apakah seorang Kristen hidup sesuai dengan imannya atau tidak, ditentukan oleh jarak yang ada antara hidupnya dan pesan mereka ! – Brian Houston


Keluarga adalah tempat di mana prinsip-prinsip dipakukan dan diasah pada landasan kehidupan sehari-hari – Charles R. Swindoll

Permata Alkitab 597 ­ Ditujukan Kepada Siapa, Rinciannya (Ef 1:1)

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. (Efesus 1:1)

1.   
 Judul
Judulnya berbunyi kepada jemaat di Efesus.  Para saksi gereja awal hampir seluruhnya setuju akan hal ini. Hal ini tertulis dengan jelas di Fragmen Muratori  dan surat ini dikutip "untuk jemaat di Efesus" oleh Irenaeus, Tertullian, Clement dari Alexandria, dan Origen. Juga perlu ditambahkan, adanya bukti dari naskah-naskah lain yang tergabung yang menganggap memang surat ini diperuntukkan bagi jemaat di Efesus.

2.Ayat Pertama
Bila kita melihat bukti untuk bacaan ini kita menemukan dua kata "en Epheso" [di Efesus] hilang di Kodeks Sinaiticus dan Kodeks Vaticanus (naskah paling awal yang diakui berisikan teks Perjanjian Baru), dan si pengoreksi tulisan kursif yang dikenal sebagai 67 telah mencoretnya dari salinan. Di samping hal-hal tersebut, sebuah MS aru-baru ini digambarkan, Cod. Laura 184, memaparkan sebuah teks yang begitu cocok dengan yang dipakai oleh Origen, dengan menghilangkan kata-kata ini.  Marcion menghubungkan surat ini dengan jemaat di Laodikia.

Kita hampir pasti dapat menyimpulkan: bahwa kata “en Epheso” hilang dalam banyak naskah awal, dan bahwa ada landasan yang kuat untuk mempertanyakan letak kata tersebut dalam tulisan aslinya.

3.    Bukti Surat itu Sendiri
Faktor penentu yang mempertanyakan tujuan surat itu terletak pada surat itu sendiri.  Kita tidak boleh melupakan, kesampingkan surat Korintus untuk sementara waktu, tidak ada gereja yang terkait begitu eratnya dengan Paulus selain Efesus. Lamanya ia tinggal di sana tidak bisa disangkal.  Tidak ada salam kepada siapapun dalam komunitas  Kristen yang kebanyakan mungkin merupakan teman dekat. Hubungan pribadi yang dekat bahkan tidak terisyaratkan. Surat itu merupakan bentuk diskusi yang tenang, tak tersentuh oleh hubungan pribadi yang hangat.  Sepanjang surat ini elemen-elemen tersebut, yang menandai persekutuan pribadi yang dekat antara rasul dan yang diperuntukkan, hilang padahal di surat-suratnya yang lain ada.

Bandingkanlah sentuhan pribadi yang kita lihat di surat-surat kepada jemaat di Korintus dengan Efesus.  Jemaat di Efesus merupakan sebuah gereja yang begitu dekat di hati Paulus sebagaimana terbukti dalam salam perpisahannya dengan para penatua Efesus. Namun demikian tidak ada tanda kedekatannya pada dalam surat kepada jemaat di Efesus.

4.    Penutup
Elemen dalam surat, ditambah dengan fakta aneh yang Marcion hubungkan dengan jemaat di Laodikia, dan ekspresi dalam Kol 4:16 yang menunjuk ke sebuah surat yang datang dari Laodikia ke Kolose, telah menyebabkan kebanyakan penulis lain pada masa kini untuk menerima saran Ussher bahwa surat tersebut benar-benar surat edaran kepada gereja-gereja baik di Asia, atau, mungkin lebih tepatnya, di bagian Frigia yang terletak dekat Kolose. Para pembaca yang jelas Non-Yahudi (Ef 2:1; Ef 3:1, Ef 3:2) dan dari misi Tikhikus pasti dari sebuah wilayah tertentu, meskipun untuk alasan yang disebutkan di atas, hal ini mungkin bukan hanya untuk Efesus saja.

Kemungkinan kota-kota di mana Yohanes menulis kitab Wahyu (Wahyu 1 sampai 3) sama dengan lokasi di mana Paulus menulis surat ini, atau mungkin lokasi tersebut adalah gereja-gereja di lembah Lycus dan lingkungan terdekatnya.  Lokasi tepanya tidak bisa ditentukan.  Tetapi dari fakta yang Marcion kaitkan surat kepada jemat di Laodikia, kemungkinan karena begitulah tertulis di ayat pertama, dan dari hubungannya denga surat Kolose, maka ada kemungkinan kedua gereja tersebut Kolose dan Laodikia.

Berdasarkan teori ini surat tersebut tampaknya telah ditulis dari Roma untuk gereja-gereja di lingkungan sekitarnya, atau dapat diakses keKolose, berurusan dengan masalah persatuan dan persekutuan Kristen dan hubungan antara Kristus dan gereja dan dikirim kepada mereka langsung melalui Tikhikus. Inskripsi itu harus dilengkapi oleh si pembawa, atau salinan itu harus dibuat dengan nama gereja lokal ditulis di dalamnya, dan kemudian dikirim ke atau ditinggalkan di gereja-gereja yang berbeda. Surat itu berasal dari Efesus, kemungkinan besar sebagai kota utama di Asia, yang salinan dari surat edaran tersebut mencapai gereja di dunia, dan dari fakta ini surat itu kemudian dikenal di gereja pada umumnya sebagai “dari Efesus”, dan judul ditulis "ke Efesus," dan ayat pertama ditulis untuk dibaca ke "orang-orang kudus yang berada di Efesus."

Tetapi ketika seluruh teori dan diskusi dipampangkan, kita memiliki surat yang terbukti secara sejarah telah dikirim dan dibaca di gereja di Efesus. Apakah itu salinan atau digunakan di gereja-gereja lain dengan nama penerima diubah sesuai isinya.(Wah, Paulus bisa menggunakan mail merge kalau saja cara itu sudah ada saat itu.)

Fakta bahwa hubungan pribadi dengan jemaat di Efesus hilang dari surat tersebut tidak masalah. Hasil akhirnya kita memperoleh pernyataan yang dirangkai dengan hati-hati yang menilai pentingnya gereja setempat untuk berserah pada kehendak Allah dalam hidup mereka.  Hal ini merupakan pesan sangat relevan untuk kita di masa kini.  Tapi itu baik bahwa Anda disadarkan akan kontroversi, diskusi dan teori-teori yang ada di balik catatan kaki  "ke Efesus". Dan mari kita jujur​​, Anda tidak menyadarinya ‘kan?

Apakah yang Anda baca tadi pagi? Berita, Akitab, atau Blog? Robb Thompson

Nah, Anda membaca Permata Alkitab, jadi ini merupakan nilai tambah.

Dengan segala perangkat penyimpanan informasi yang nyaman dan moderen, perangkat yang paling dapat segera diakses dan nyaman adalah otak Anda. Ayo mengisilah. Ian

Permata Alkitab 596- Kepada siapakah surat ini ditulis? (Efesus 1:1)

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang kudusdalam Kristus Yesus. (Efesus 1:1)

Kepada siapakah surat ini ditulis? Pertanyaan yang aneh, Ian. Tentulah ditujukan kepada jemaat di Efesus.  Kita semua tahu itu.  Judul dari kitab ini di Alkitab mengatakan surat Paulus kepada jemaat di Efesus. Ayat pertama mengatakan, “Paulus…. kepada orang-orang kudus di Efesus.”

Nah, tentu saja. Bodohnya aku.

Perhatikanlah Alkitab Anda baik-baik.  Perhatikanlah rinciannya.  SEMUA RINCIANNYA. Kalau Anda kehilangan rinciannya, Anda kehilangan hal-hal penting.  Anda membayar untuk seluruh Alkitab Anda. Itu termasuk catatan kaki, peta, catatan akhir, referensi silang dan sebagainya.  Manfaatkan uang Anda pakailah sebaik-baiknya. Pembacaan yang cermat dari teks akan menunjukkan adanya catatan superskrip pada "untuk orang-orang kudus di Efesus".[Sayangnya saya tidak bisa menambahkan superskrip di program Outlook di komputer Macintosh ini]. Hmm, bahan untuk dipikirkan. Tapi jika Anda melihat cetakan Alkitab Anda, maka akan terlihat huruf superskrip.  Kalau Anda melihat ke catatan kaki akan terbaca “Beberapa naskah awal tidak memiliki ‘di Efesus’”.

Kalau Anda tidak memiliki catatan kaki di ayat ini dalam cetakan Alkitab Anda, saatnya mencari Alkitab baru. Milik Anda tampaknya tidak ada referensi catatan kaki yang lengkap.  Banyak Alkitab cetakan terbaru menyepelekan catatan kaki. Saya menduga karena mereka tahu pembaca tidak menggunakannya. Benar, ‘kan? Kebanyakan dari kalian tidak perduli dengan catatan kaki.  Hal itu untuk si kutu buku atau orang udik. Nah, ada hal-hal yang perlu Anda ketahui tertulis di catatan kaki. Hal-hal itu lebih tepat ditaruh di catatan kaki dibandingkan dalam bacaan utama.  Inilah salah satu contohnya.  Jadilah orang udik selama seminggu. (Be a geek for a week.)  

Sekarang giliran Anda. Pergi dan carilah. Tapi Ian apa yang harus saya lakukan? Nah, kalau Anda tidak sungguh tidak paham, Anda perlu mencari bantuan segera.  Di E-Sword Anda cukup klik kursornya di ayat [Eph 1:1] dan klik ulasan apa saja yan telah Anda unduh.  Sebagian akan memberikan masukan, sebagian akan memberikan Pendahuluan. Hal itulah yang kita pelajari kemarin tetapi saya tahu sebagian besar dari Anda melewatkannya. Ian telah memberikan ringkasannya, kenapa harus susah-susah mencarinya lebih jauh?

Nah, saya sudah mengatakan di Permata Alkitab 593 "Berikut adalah beberapa hal penting: (Tapi lebih baik untuk membaca semua yang tersedia bagi Anda melalui E-Sword)" Saya menipu Anda, saya akui. Saya menyesatkan Anda, memimpin Anda ke jalan setapak, sampai ke sungai tanpa dayung. Saya memperhitungkan bagaimana datang ke titik ini sekarang. Saya melakukan itu untuk menjelaskan maksud saya. Carilah hal-hal untuk diri sendiri. Dan lebih itu semuanya ada untuk Anda, Anda hanya perlu tahu di mana mencarinya. Sejumlah komentar-komentar dalam E-Sword hanya merujuk Anda ke Pendahuluan karena mereka membahasnya sana.

Baiklah, sekarang giliran Anda.  Pecahkanlah masalah ini sendiri. Apakah surat ini ditujukan kepada jemaat di Efesus atau bukan?

Tidak saja saya menggunakan otak yang saya miliki tetapi juga yang dapat saya pinjam. Woodrow Wilson

Jangan hanya muncul di gereja tetapi BERTUMBUHLAH di gereja. Casey Treat

Anda tidak dapat diperbesar kecuali Anda bersedia ditarik-tarik.

Permata Alkitab 595 ­ Persamaan-persamaan Kitab Efesus dengan surat-surat yang lain

Kitab Efesus sangat mirip dengan tulisan-tulisan lainnya dalam Perjanjian Baru :


Yang paling mirip dengannya adalah kitab Kolose


Dari 155 ayat dalam Efesus, 78 ayat ditemukan dalam kitab Kolose dengan berbagai tingkat kemiripan. Di antaranya adalah berikut ini : Ef_1:6 // Kol_1:13Ef_1:16 // Kol_1:9Ef_1:21 // Kol_1:16Ef_2:16 // Kol_2:20Ef_4:2 // Kol_3:12Ef_4:15 // Kol_2:19Ef_4:22 // Kol_3:9Ef_4:32 // Kol_3:12Ef_5:5 // Kol_3:5Ef_5:19 // Kol_3:16Ef_6:4 // Kol_3:21Ef_6:5-9 // Kol 3:22 sampai 4:1.  Sedikitnya ada selusin kata Yunani yang sama dalam kedua surat ini, yang tidak ditemukan dalam kitab-kitab lain.


Sebaliknya dari persamaan ini, perlu dibicarakan juga mengenai  ketidaksamaannya. Pokok pembahasan umum dari surat-surat itu tidak dibahas dengan pendekatan dari sudut pandang yang sama. Dalam kitab yang satu Kristus adalah kepala semua ciptaan, dan akibatnya ini juga menjadi tugas kita. Dalam kitab yang lain, gereja sebagai kepenuhan Kristus dan tugas kita – yang secara terus menerus dikatakan dengan kata-kata yang sama – adalah akibat dari kepenuhan Kristus itu. Dalam kitab Efesus ada sejumlah referensi dari Perjanjian Lama, dalam kitab Kolose hanya ada satu. Dalam kitab Efesus ada frase-frase yang unik, di antaranya yang paling menyolok adalah “lingkungan surgawi” (ta epourania), dan keseluruhan pembahasan mengenai hubungan antara orang Yahudi dan non-Yahudi di gereja, dan mengenai ikatan pernikahan sebagai contoh hubungan antara Kristus dan gereja. Dalam kitab Kolose dengan cara yang sama kita temukan bagian-bagian yang berbeda yang arahnya tidak sama dengan dalam kitab Efesus, khususnya bagian yang kontroversial dalam bab 2, dan bagian salam.


Situasi ini menimbulkan berbagai teori. Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa baik kitab Kolose maupun Efesus merupakan hasil pekerjaan Paulus, yang ditulis praktis pada waktu yang bersamaan, dan bahwa dalam menulis pokok pembahasan yang sama kepada orang-orang yang berbeda, akan ada perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang tepat sama dengan yang kita lihat dalam surat-surat tsb. Keberatan yang mengatakan bahwa Paulus tidak dapat mengulangi dirinya sendiri tetapi berbeda seperti pada kedua surat ini adalah benar-benar khayalan. (Mungkin Paulus bisa mengerjakannya dengan komputer dengan fungsi potong dan tempel pada masa itu. Dengan demikian ia tidak harus mengulangi menulis dua hal yang sama kepada dua gereja yang berbeda). Paulus tidak menentang pengulangan (bandingkan Roma dan Galatia dan 1 Timotius dan 2 Timotius), jika dengan melakukannya tujuannya tercapai. “Kepengarangan simultan oleh satu orang penulis,” dan penulis itu adalah Paulus, adalah satu-satunya penjelasan yang akan dapat memuaskan semua fakta dalam masalah ini dan memberi fakta-fakta itu proporsi yang seharusnya.


Ingat bahwa Paulus mengatakan bahwa ia ingin surat kepada jemaat Kolose dibacakan di gereja-gereja di Laodikea dan Hierapolis. (Kol 4:13-16). Ini adalah dua gereja di Lembah Lykus. Efesus letaknya hanya 193 km jauhnya dari gereja-gereja ini. Perhatikan juga bahwa surat kepada jemaat Efesus nampak merupakan sebuah surat umum. Surat ini tidak secara khusus ditujukan kepada jemaat Efesus nampaknya. Kita akan membahas acuannya dalam 1:1 besok pada saat kita mulai masuk ke dalam teks. Selanjutnya, perhatikan bahwa tidak ada kata-kata salam yang bersifat pribadi dalam surat itu. Ini mengejutkan karena Paulus pernah hidup selama dua tahun di antara mareka. Ia belum mengunjungi Roma tetapi suratnya penuh dengan kata-kata salam pribadi kepada mereka (Roma 16). Kita lihat hubungan yang rumit yang terbuka melalui kedua suratnya kepada jemaat di Korintus. Tetapi tidak ada yang seperti itu dalam surat kepada jemaat di Efesus. Tidak ada sentuhan pribadi sama sekali, walaupun ini adalah surat yang dianggap dikirim kepada orang-orang dengan siapa ia melewatkan banyak waktu.


Pikirkanlah hal itu sebelum besok. 


Ada dua sumber lain yang mirip dengan Efesus


1 Petrus – Hubungan antara Efesus dan 1 Petrus bukan sesuatu yang tidak patut dipertanyakan. Nampaknya Petrus mengenal orang-orang Efesus atau paling sedikit pernah mendiskusikan mengenai pokok pembahasan ini dengan Paulus. Persamaannya adalah mengenai pemikiran dan struktur dan bukan mengenai frase. Yang berikut ini adalah bagian-bagian yang menyolok dengan bagian-bagian yang sama arahnya dalam 1 Petrus: Ef_1:3 (1 Ptr_1:3); Ef_1:18-20 (1 Ptr_1:3-5); Ef_2:18-22 (1 Ptr_2:4-6); Ef_1:20-22 (1 Ptr_3:22); Ef_3:9 (1 Ptr_1:20); Ef_3:20 (1 Ptr_1:12); Ef_4:19 (1 Ptr_1:14). Pendapat bahwa 1 Petrus dan Efesus adalah hasil tulisan dari penulis yang sama, atau bahwa surat Efesus didasarkan atas surat 1 Petrus, ditolak. Salah satu alasannya adalah karena hubungan yang dekat antara orang-orang Efesus dan Kolose.


Tulisan-tulisan Yohanes – Hubungan antara Wahyu didasarkan atas Ef 2:20 sebagaimana kita lihat dalam Why_21:14Ef_3:5 dan Why_10:7Ef_5:11 dan Why_18:4, dan kiasan pengantin Anak Domba (Why_19:7; bandingkan dengan Ef_5:25). Hubungannya dengan Injil yang Keempat lebih positif. Kasih (agápē) dan pengetahuan (gnō̇sis) digunakan dengan makna yang sama, baik dalam kitab Efesus maupun dalam Injil. Pemakaian gelar Mesias, yang Dikasihi (Ef 1:6), kepada Kristus tidak muncul dalam Injil (ini ditemukan dalam Mat 3:17), tetapi pernyataan kasih Bapa bagiNya muncul terus menerus. Acuan kepada naik dan turunnya Kristus (Ef 4:9) sama dengan Yoh 3:13 (“Tak seorang pun pernah naik ke surga, selain Dia.” dll.). Demikian juga, Ef_5:11Ef_5:13 menemukan gemanya dalam Yoh_3:19, Yoh_3:20Ef_4:4Ef_4:7, dalam Yoh_3:34Ef_5:6 dan dalam Yoh_3:36Ef_5:8 sama dengan 1 Yoh_1:6 dan Ef_2:3 sama dengan  1 Yoh_3:10.


Alam semesta penuh dengan hal-hal gaib yang menanti penyataannya sementara akal kita akan menjadi semakin pandai untuk menemukannya.


Bagaimana jika Allah tidak perlu menerangkan apa apa kepada kita ? Bagaimana jika Ia adalah... Allah !? – Andy Stanley


“Tutupi diri Anda dengan debu kaki [rabbi Anda]”. Mishnah – yaitu mengikutinya begitu dekat di belakangnya sehingga debunya memenuhi tubuh Anda.

Permata Alkitab 594 ­ Kota Efesus

Efesus (Éphesos, “yang didambakan”): Sebuah kota di propinsi Romawi di Asia, dekat muara sungai Kayster, 3 mil (1 mil= 1, 6 km) letaknya dari pantai barat di Asia Kecil, dan di seberang pulau Samos. Dengan pelabuhan buatan yang dapat dilayari oleh kapal-kapal besar (bersaing dengan pelabuhan Miletus) dan terletak di jalan masuk menuju lembah yang membentang jauh ke pedalaman Asia Kecil, dan dihubungkan dengan jalan-jalan besar dengan kota-kota utama propinsi, Efesus merupakan kota yang paling mudah dicapai di Asia, melalui darat dan laut. Karena itu lokasinya mendukung perkembangan agama, politik dan perdagangan, dan memberikan ladang yang paling menguntungkan bagi pekerjaan pelayanan Paulus. Kota ini berdiri pada lereng dan di bawah dua bukit, Prion dan Koresus, yang menyuguhkan pemandangan yang indah. Cuacanya luar biasa bagus dan tanah lembahnya luar biasa subur.


Menurut tradisi, pada masa lampau dekat tempat di mana dewi bumi dilahirkan, bangsa Amazon membangun sebuah kota dan sebuah kuil di mana mereka mungkin melakukan penyembahan. Kota kecil bangsa Amazon ini, yang namanya berganti-ganti sepanjang masa, Samorna, Trakhea, Ortigia dan Ptelea, bersemi hingga masa-masa awal kebudayaan Yunani. Kota ini membangkitkan minat dan keinginan Androklus, seorang pangeran Atena. Ia menaklukkannya dan membuatnya menjadi sebuah kota Yunani. Tradisi lain mengatakan bahwa Androklus adalah pendirinya. Tetapi, di bahwa pemerintahan Yunani, kebudayaan Yunani sedikit demi sedikit digantikan oleh kebudayaan Timur. Bahasa Yunani digantikan oleh bahasa Asia, dan dewi kuil Asia sedikit banyak mengambil karakter dewa Yunani, Artemis. Efesus, karena itu, dan karena semua yang berkaitan dengannya, merupakan percampuran antara kebudayaan Timur dan Yunani. Meskipun sejarah awal kota tsb tidak jelas, nampaknya kota ini pernah berada di bawah kekuasaan bangsa Karia, Lelege dan Ionia pada masa yang berbeda-beda. Pada masa awal sejarah, kota ini adalah salah satu dari liga 12 kota Ionia. Pada tahun 560 SM kota ini menjadi milik bangsa Lidia; tiga tahun berikutnya, pada tahun 557 SM, kota ini diambilalih oleh bangsa Persia; dan selama tahun-tahun berikutnya bangsa Yunani dan Persia terus menerus memperebutkannya. Akhirnya, Aleksander Agung mengambilnya; dan setelah kematiannya, kota ini jatuh ke tangan Lysimakhus, yang menamainya Arsinoe, dari nama isteri keduanya.


Setelah kematian Atalus II (Filadelfus), raja Pergamos, kota ini diwariskan kepada Kekaisaran Romawi; dan pada tahun 190, ketika propinsi Romawi Asia dibentuk, kota ini menjadi bagiannya. Efesus dan Peramos, ibukota Asia, adalah dua kota rival di propinsi itu. Meskipun Pergamos adalah pusat keagamaan dan pemerintahan Romawi, Efesus lebih mudah dicapai, dan merupakan pusat perdagangan dan tempat asal dewi lokal Diana. Dan karena kekayaan dan situasinya, kota ini perlahan-lahan menjadi kota utama di propinsi tsb. Tetapi adalah berkat kuil Diana bahwa kota itu menjadi sangat kaya dan terkenal. Seperti kota itu, kuil itu berasal dari masa bangsa Amazon, tetapi seperti apa kuil yang mula-mula kita tidak dapat mengetahuinya sekarang. Dan kita juga hanya mengenal sedikit mengenai sejarahnya, kecuali bahwa kuil ini pernah dihancurkan oleh tujuh kebakaran dan setiap kali dibangun kembali dengan ukuran yang lebih luas dan lebih besar daripada sebelumnya. Raja Kroesus yang kaya mensuplainya dengan pilar-pilar batu, dan para peziarah dari seluruh dunia Timur menyumbang dari kekayaan mereka. Pada suatu masa tertentu, kuil memiliki tanah-tanah yang berharga; kuil itu mengendalikan perikanan; pendeta-pendetanya adalah bankir-bankir yang mengurus pendapatan kuil yang besar sekali. Karena kehebatannya, orang menyimpan uang mereka di sana untuk ditabung.


Pada tahun 356 SM, tepat pada malam Aleksander Agung dilahirkan, kuil itu terbakar. Dan ketika ia bertumbuh menjadi dewasa, ia menawarkan untuk membangunnya kembali dengan uangnya jika namanya boleh dituliskan pada pintu-pintu gerbangnya. Ini tidak diijinkan oleh para imam Efesus, dan mereka dengan sopan menolak tawarannya dengan mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang dewa untuk membangun kuil bagi dewa lainnya. Orang-orang Efesus kaya sendiri yang akhirnya melaksanakan pembangunan kembali, dan yang baru berhasil diselesaikan 220 tahun kemudian.


Kuil Diana tidak hanya merupakan tempat penyembahan, dan tempat penyimpanan harta, tetapi juga merupakan museum di mana patung-patung yang terbaik dan lukisan-lukisan yang terindah disimpan. Di antara lukisan-lukisannya ada satu yang dilukis oleh Apelles yang terkenal, seorang yang berasal dari Efesus, yang menggambarkan Aleksander Agung sedang melontarkan halilintar. Kuil ini juga merupakan tempat perlindungan para kriminal, semacam kota perlindungan, karena tak seorangpun boleh ditangkap karena kejahatan apapun jika berada di dalam jarak bidikan panah dari dinding-dindingnya. Karena itu di sekitar kuil muncul perkampungan tempat tinggal para pencuri, pembunuh dan kriminal lainnya. Kuil ini tidak hanya membawa sejumlah besar peziarah ke dalam kota itu, seperti Ka’abah di Mekah pada masa kini, tetapi juga mempekerjakan sejumlah besar orang selain pendeta pria dan wanita. Di antara mereka ada sejumlah besar seniman yang membuat gambar-gambar dewi Diana, atau kuil-kuil kecil untuk dijual kepada orang-orang asing yang berkunjung.


Begitulah Efesus ketika Paulus pada perjalanan misinya yang kedua dalam Kisah Para Rasul (Kis 18:19-21) pertama kali mengunjungi kota tsb, dan ketika, pada perjalanannya yang ke-3 (Kis 19:8-10, 20:31), ia tinggal di sana selama dua tahun untuk berkhotbah di sinagoge (Kis 19:8, 19:10), di sekolah Tiranus (Kis 19:9) dan di rumah-rumah pribadi (Kis 20:20). Meskipun Paulus mungkin bukan orang pertama yang membawa Kekristenan ke Efesus, karena orang Yahudi sudah lama berdiam di sana (Kis 2:9, 6:9), ia adalah orang pertama yang berani menentang penyembahan Diana. Karena kemasyuran pengajarannya dibawa oleh para peziarah ke rumah-rumah mereka yang jauh, pengaruhnya meluas hingga kepada setiap bagian dari Asia Kecil. Pada waktunya para peziarah, sejalan dengan menurunnya kepercayaan kepada Diana, menjadi makin sedikit jumlahnya. Penjualan kuil-kuil kecil dewi jatuh, Diana milik orang-orang Efesus tidak besar lagi. Sebuah gereja Kristen berdiri di sana dan berkembang, dan salah satu dari pemimpinnya yang pertama adalah rasul Yohanes. Akhirnya pada tahun 262 Masehi, ketika kuil Diana terbakar lagi, pengaruhnya sudah sangat menurun sehingga tidak pernah dibangun kembali. Diana sudah mati. Efesus menjadi kota Kristen, dan pada tahun 341 Masehi Sidang Dewan gereja Kristen diadakan di situ. Kota itu sendiri segera kehilangan peran pentingnya dan jumlah penduduknya menurun. Batu-batu pahatan dari gedung-gedungnya yang hebat, yang tidak lagi digunakan dan mulai runtuh berkeping-keping, dibawa pergi ke Italia, dan khususnya ke Konstantinopel untuk membangun gereja agung Santa Sofia. Pada tahun 1308 orang-orang Turki merebut apa yang tertinggal dari kota itu, dan mengangkut atau membunuh penduduknya. Sungai Kayster, yang membanjiri tepian-tepiannya, sedikit demi sedikit menutupi tempat di mana kuil Diana pernah berdiri dengan lumpur yang dibawanya, dan pada akhirnya tempatnya yang tepatnya dilupakan.


Kampung kecil Ayasaluk, yang terletak 30 mil dari Smirna, tidak menandai situs kota kuno Efesus, tetapi kampung itu berdiri paling dekat dengan reruntuhannya. Nama Ayasaluk adalah hasil perusakan dari tiga kata Yunani yang maknanya “Perkataan Allah yang Suci.” Jika kita melintasi kampung itu, kita akan tiba pada reruntuhan saluran air tua, dinding-dinding kota yang sudah jatuh itu, gereja yang disebut sebagai gereja Yohanes atau tempat pemandian, benteng Turki yang kadang disebut penjara Paulus, teater besar yang merupakan panggung pemberontakan pada masa Paulus, yang sekarang, dengan marmernya yang sudah diambil, hanya merupakan sebuah lubang di sisi bukit Prion. Pada tahun 1863 J. T. Wood, memperoleh ijin dari pemerintah Turki untuk meneliti situs kuil Diana yang hilang, untuk Museum Inggris. Selama 11 tahun ekskavasi di Efesus, mereka menghabiskan biaya 80.000 Dollar dan mereka berhasil menyelidiki beberapa kota kuno secara lebih mendalam. Tembok kota Lysimakhus ditemukan berukuran 36.000 kaki (1 kaki = 0,3 m) panjangnya dan membentengi daerah seluas 1027 m2. Tebalnya 10 1Ž2 kaki dan diperkuat dengan menara setiap jarak 100 kaki. Keenam pintu gerbang yang menembus tembok sekarang ditandai oleh gundukan sampah. Situs dan dimensi berbagai bangunan publik, jalan-jalan, pelabuhan, dan fondasi dari banyak rumah pribadi ditentukan dengan pasti, dan banyak tulisan dan patung dan mata uang ditemukan. Tetapi penelitian itu tidak menunjukkan situs kuil hingga tanggal 1 Januari 1870, setelah 6 tahun bekerja dengan tak mengenal lelah. Hampir secara kebetulan situs itu ditemukan di lembah di luar tembok-tembok kota, beberapa kaki di bawah permukaan yang sekarang. Fondasinya, satu-satunya yang tersisa, memungkinkan Mr. Wood untuk merekonstruksi seluruh denah kuil. Kuil dibangun di atas fondasi yang dicapai melalui 10 anak tangga. Bangunan itu sendiri tingginya 425 kaki dan lebarnya 220 kaki; setiap tiang dari barisan tiang yang berjumlah 127 yang menyangga atap, tingginya 60 kaki. Seperti kuil-kuil Yunani, bagian dalamnya terbuka. Untuk mendapatkan deskripsi lebih lanjut mengenai kuil ini, Anda bisa membaca buku tulisan Mr. Wood yang sangat bagus, Discoveries at Ephesus (Penemuan-penemuan di Efesus).


[Sumber : International Standard Bible Encyclopedia yang tersedia secara cuma-cuma melalui E-Sword]



Tidak ada hal yang patut dimiliki yang tidak diperoleh dengan keringat.


Anda pada akhirnya akan kehilangan apa yang tidak Anda pahami – Jeffrey Rachmat

Permata Alkitab 593 ­ Pengantar Kitab Efesus

Gunakan E-Sword dan pilihlah ISBE pada bagian “Dictionary.” Ketik “Ephesians” pada bagian “Search” dan pilih “Ephesians, Epistle to the” dan Anda akan mendapat 9 layar komputer penuh dengan informasi mengenai Kitab Efesus. Tetapi Anda harus mengunduh ISBE dari situs internet terlebih dahulu untuk dapat menggunakannya. Anda perlu mengunduh semua komponennya terlebih dahulu : “Versions”, “Dictionaries” dan “Commentaries” dan tambahan lainnya yang Anda inginkan.


Di bawah ini ringkasan (judul saja) dari apa yang tersedia dalam E-Sword mengenai Surat kepada jemaat di Efesus  

 

I. Authenticity (Keaslian)

1. External Evidence (Bukti Luar)

2. Internal Evidence (Bukti Dalam)

II. Place and Date of Writing (Tempat dan Masa Penulisan)

III. Destination (Alamat yang dituju)

1. Title (Judul)

2. The Inscription (Ditujukan kepada siapa)

3. The Evidence of the Letter Itself (Bukti dari Surat itu sendiri)

4. Conclusion (Kesimpulan)

IV. Relation to Other New Testament Writings (Hubungan dengan Tulisan-tulisan lainnya dalam Perjanjian Baru)

1. Peter (Petrus)

2. Johannine Writings (Tulisan-tulisan Yohanes)

3. Colossians (Jemaat di Kolose)

V. The Purpose (Maksud penulisan)

VI. Argument (Argumentasi)

VII. Teaching (Pengajaran)


Inilah beberapa garis besarnya : (Tetapi masih tetap ada gunanya bila Anda membaca semua yang tersedia melalui E-Sword)

Di bagian Keaslian dituliskan banyak perdebatan mengenai apakah ini merupakan surat asli Paulus atau bukan. Saya menganggap surat ini asli dan saya tidak akan memperdebatkannya lebih lanjut. 

Tempat dan Masa Penulisan – Tempat Paulus menulis Surat kepada jemaat di Efesus tidak diragukan lagi adalah Roma, dan surat-surat ini mungkin ditulis pada bagian akhir dari masa tahanan dua tahun yang dicatat lebih lanjut di dalam Kisah Para Rasul 28:30. Masanya, jika kita mengikuti kronologi yang lebih baru adalah 63 atau 64 Masehi; tetapi jika kita mengikuti kronologi yang lama, yang lebih disukai, waktunya adalah sekitar tahun 58 Masehi.

Maksud Penulisan – Untuk memahami tema pusatnya kita harus ingat bahwa Paulus menulis dalam suasana tenang pada masa tahanannya. Pada saat itu ia bisa melihat gereja dari luar dan mendapat gambaran secara keseluruhan, ia dapat melihat peran gereja dalam rencana Allah untuk memperbaiki ras manusia, ia dapat melihat tujuan Allah di dalam gereja dan untuk gereja dan hubungan gereja denganNya. Dengan sudut pandang ini ia dapat menulis kepada gereja-gereja mengenai Efesus, bukan untuk mengoreksi pandangan-pandangan yang salah mengenai beberapa poin tertentu, tetapi untuk menekankan kebenaran inti yang agung. Tujuan Allah yang kekal adalah untuk menghimpun seluruh ciptaan alam semesta, memperbaiki keselarasan di antara makhluk-makhlukNya dan di antara mereka dan diriNya. Keseluruhan doa Paulus adalah untuk maksud ini, keseluruhan usaha dan keinginannya adalah ke arah tujuan ini : agar mereka mendapat pengetahuan yang lengkap dan jelas mengenai tujuan Allah yang dikerjakannya melalui Kristus Yesus, yang adalah Kepala gereja, kesempurnaanNya yang sedang digenapi di seluruh dunia. Segala sesuatu, bagi Paulus, berpusat pada tujuan Allah. Ketidakselarasan antara bagian-bagian di dalam gereja, perbedaan antara Yahudi dan non-Yahudi, semua ini harus tunduk di bawah tujuan yang lebih penting. Membukakan di hadapan manusia rahasia besar bahwa gereja adalah cara Allah melalui mana Kristus dapat memperbaiki semua manusia untuk bersatu denganNya, adalah tujuan yang mulia.


Sumber-sumber lain dari Perjanjian Baru untuk kitab Efesus – Ada kekayaan informasi yang dapat kita kumpulkan mengenai Gereja Efesus dari Perjanjian Baru, di samping dari Kisah Para Rasul. Surat Timotius 1 dan 2 ditulis kepada Timotius ketika Paulus berada di Efesus dan sedang membahas mengenai gereja di Efesus. Ada satu bagian dalam kitab Wahyu yang ditujukan kepada gereja di Efesus (Wahyu 2:1-7). Ketiga surat Yohanes dan Injil Yohanes ditulis di Efesus. Puing-puing gereja Santo Yohanes dan makam Yohanes ada di Efesus. Anda dapat mengunjungi tempat-tempat tsb sebagai wisatawan. Gereja Efesus sangat kuat menurut sejarah. Sidang Dewan Efesus diadakan di kota ini pada tahun 431 Masehi.


Besok kita akan mengamati kota Efesus. Lihatlah melalui E-Sword, pada ISBE (International Standard Bible Encyclopaedia) dan ketik Ephesus pada bagian “Search” dan Anda akan memperoleh wawasan mengenai kota itu.


Lebih mudah bertambah usia daripada bertambah bijaksana.


Jangan pernah menilai sebuah buku dari filmnya. Terutama Alkitab. 

Permata Alkitab 592 ­ Mengawali Kitab Efesus

Inilah saatnya untuk memulai kitab Efesus seperti yang saya janjikan kepada Anda. Saya harap Anda sudah punya waktu untuk membaca keseluruhan kitab ini terlebih dahulu. Khususnya bersamaan dengan semua tugas yang saya berikan kepada Anda untuk kitab-kitab Korintus 1 dan 2. Sebelum kita mulai dengan teks Efesus, kita akan mengambil waktu untuk mengamati latar belakang surat Paulus kepada gereja di Efesus dan bagaimana surat ini sejalan dengan sejarah hubungan antara keduanya yang direkam bagi kita dalam kitab Kisah Para Rasul. Kisah Para Rasul dikenal oleh sementara orang sebagai Pusat Sejarah dari Perjanjian Baru. Selalu baik untuk membaca surat yang mana saja dalam Perjanjian Baru bersamaan dengan Kisah Para Rasul. Lukas melakukan perjalanan dengan Paulus dan menulis laporan mengenai perjalanan mereka dalam Kisah Para Rasul. Surat-surat yang dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru, secara langsung atau tidak langsung, berkaitan dengan kisah-kisah yang kita temukan dalam Kisah Para Rasul. Surat-surat Paulus kepada gereja-gereja diletakkan dalam konteks hubungan yang ada antara Paulus dengan mereka. Anda perlu membaca kisah dalam Kisah Para Rasul sebelum Anda meneliti surat itu sendiri. Jadi sebelum kita mulai dengan teks, silakan membaca Kisah Para Rasul 19 dan 20 mengenai apa yang Lukas ceritakan mengenai apa yang terjadi di Efesus dan hubungan antara Paulus dan jemaat di Efesus.


Kita akan melihat sumber-sumber lain untuk membangun pemahaman kita mengenai Efesus sebagai kota dan latar belakang kitab ini. Anda dapat menemukan semua informasi ini dalam E-Sword. Bagi Anda yang belum mengenal E-Sword, program ini tersedia secara cuma-cuma pada situs internet dan merupakan program software Alkitab yang paling lengkap yang pernah saya temukan, dan gratis. Anda dapat mengunduhnya dari http://www.e-sword.net. Melalui Permata Alkitab saya akan memberi Anda petunjuk-petunjuk untuk menggunakannya. Kebanyakan dari latar belakang yang saya masukkan dalam Permata dapat ditemukan dalam E-Sword, tetapi saya juga memiliki sumber-sumber lain yang didasarkan atas studi Firman Tuhan selama bertahun-tahun. Tetapi biasanya saya sengaja membatasi diri dengan E-Sword untuk memperlihatkan apa yang tersedia bagi Anda. Tetapi jika ada lebih dari itu, saya menambahkannya juga.


Karena kita membahas mengenai sebuah tempat dan letak geografis, selalu baik untuk mencari di Atlas Alkitab dan menemukan sesuatu  mengenai di mana letaknya dan latar belakangnya kalau Anda bisa. Dulu kalau saya datang kepada ibu saya untuk menanyakan letak suatu tempat, ibu saya akan selalu meminta saya untuk mencarinya di atlas. Ia menanamkan di dalam saya kebutuhan untuk pergi dan mencari informasi sendiri. Jadi jangan melupakan atlas sebelum kita mulai. Temukan di mana letak Efesus.


Saya percaya Anda sudah membaca seluruh kitab Efesus. Saya harap Anda sudah membacanya beberapa kali. Guru Bahasa Yunani saya biasanya meminta kami membaca seluruh kitab setidaknya 7 kali sebelum kami mulai menggali. Ia biasanya mengatakannya dengan senyum di wajahnya. Usulnya berkaitan dengan makna bahwa nomor tujuh melambangkan kesempurnaan. Dengan kata lain, teruslah membaca seluruhnya hingga Anda memahami sepenuhnya. Anda mungkin berpikir, “Ian, saya harap Anda akan memberikan saja kepada saya jawaban-jawabannya dan kemudian saya tidak harus melakukan semua tugas itu.” Jika saya melakukannya, apapun yang Anda peroleh, Anda akan segera melupakannya. Paling sedikit bacalah seluruhnya beberapa kali dan akan menolong bila Anda membaca versi terjemahan yang berbeda-beda. Ada hal-hal yang akan mengejutkan Anda setelah membaca keseluruhan surat Efesus : surat ini berbeda dengan surat-surat Korintus. Apakah Anda melihat hal ini ?


Sekarang mengenai masalah lain, jika Anda merasa bahwa menerima Permata setiap hari terlalu banyak bagi Anda, Anda selalu dapat menyimpannya dalam sebuah folder dan membacanya pada saat Anda ada waktu. Kecepatan Anda untuk mengikuti Permata akan tergantung sepenuhnya pada Anda. Dengan cara itu Anda dapat memiliki semua Permata yang berkaitan dengan setiap kitab dan dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebagian dari Anda mengatakan kepada saya bahwa mereka menyimpannya di dalam sebuah folder dan menggunakannya sebagai tafsiran. Jika Anda memilih untuk menerima Permata setiap minggu maka Anda akan kehilangan 6 Permata yang terbit dalam minggu itu tetapi Anda selalu akan dapat mengcopynya dari situs Blog kalau Anda mau. Apa yang Anda lakukan dengan Permata-permata itu, terserah kepada Anda. Kita akan segera memiliki sebuah situs yang berisi semua Permata yang telah saya tulis dan Anda akan mendapatkannya dengan lebih mudah. Sekarang ini untuk bisa memperoleh Permata-permata yang sudah lalu Anda harus menggerakkan (menggulir) layar. Permata-permata kitab Yohanes adalah Permata 1-130. Roma 131-301. Korintus 302-591. Efesus dimulai dengan nomor 592 sekarang ini. Di situs internet semuanya akan tersedia dan dimasukkan ke dalam kelompok-kelompok. Anda akan dapat melihat judul-judulnya jika Anda mencari sesuatu. Banyak orang mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin bisa menemukan bagian-bagian dalam kitab-kitab itu dengan mudah. Ini akan mungkin melalui situs internet. Perancang situs internet saya mengatakan bahwa kita akan bisa menambahkan kata-kata tertentu yang akan dapat digunakan sebagai indeks dari topik atau untuk dapat menemukan sesuatu dengan cepat. Proses ini akan selesai tetapi masih juga perlu disempurnakan. Sedang dikerjakan, mirip dengan Anda dan saya – kita sedang dikerjakan.


Di bawah setiap Permata saya tambahkan satu atau lebih sindiran atau pernyataan ringkas yang tajam atau sebaris kata yang berwawasan. Ada banyak pendeta yang mengatakan kepada saya bahwa mereka mendapatkan Permata hanya untuk memperoleh kalimat-kalimat itu karena mereka menganggapnya berguna. Setiap orang punya kebutuhan masing-masing. Ini kata-kata untuk hari ini.

“Bersabarlah dengan saya, Allah belum selesai dengan saya.”


Kiranya Anda diberkati sementara Anda mengerjakan tugas sendiri. Saya lebih tertarik untuk melatih Anda untuk menggali Firman Tuhan bagi diri Anda sendiri daripada hanya memberi Anda jawaban. Ini adalah gagasan di balik apa yang saya lakukan. Kami memberi nama kegiatan dan situs internet kami “Berean Insights” (Wawasan Berea). Wawasan yang kami peroleh dari hasil mempelajari Firman dengan sungguh-sungguh dan menggalinya. Nama yang saya pilih berasal dari Kisah Para Rasul 17:11 yang bunyinya, “Orang-orang di Berea lebih terbuka hatinya daripada orang-orang di Tesalonika. Dengan senang hati mereka mendengarkan berita tentang Yesus, dan setiap hari mereka menyelidiki Alkitab untuk mengetahui apakah pengajaran Paulus itu benar.” Permata Alkitab dan hal-hal lain yang saya kerjakan, semuanya adalah mengenai wawasan yang merupakan hasil dari menggali Firman Tuhan pada tingkat yang mendalam.


Sampai bertemu di Efesus besok.


Dan sebelum saya pergi, ini ada sebuah kutipan lagi : Berilah seekor ikan kepada seseorang, maka Anda memberinya makan untuk sehari. Ajarlah orang itu untuk menangkap ikan, maka Anda memberinya makan untuk seumur hidup.


Inilah tepatnya tujuan saya dengan Permata Alkitab.

Permata Alkitab 591 ­ Tema-tema dalam Kitab2 Korintus

Seminggu lagi kita akan mulai memPermatakan kitab Efesus. Ingat tanggalnya, hari Senin Mei 14. Saya ingin tahu bagaimana pembacaan kitab Efesus yang Anda lakukan untuk mempersiapkannya. Saya juga ingin tahu apa yang Anda temukan ketika membaca kembali keseluruhan surat Korintus. Apakah Anda menemukan tema-temanya ? Anda ingat, saya mengatakan bahwa saya akan membuatkan daftar dari semua tema dalam kitab-kitab Korintus untuk Anda pada bagian awal pembahasan kitab Efesus. Tapi sebenarnya saya sedang mengerjakannya sekarang, seminggu sebelum memulai kitab Efesus. Saya senang karena beberapa di antara Anda menanggapi dengan mengatakan kepada saya bahwa Anda sangat berterimakasih karena saya tidak membuat daftar tema-tema itu langsung pada keesokan harinya, karena Anda ingin punya waktu untuk menemukannya sendiri. Tanggapan yang baik. Anda tahu bahwa Anda bertumbuh pesat bila Anda mengerjakan tugas sendiri.


Topik atau tema yang paling umum di sepanjang surat-surat Korintus adalah mengenai pertentangan, perpecahan, ketidakbersatuan dan sikap memihak-mihak. Tema ini terus hadir di balik pernyataan-pernyataan dari para rasul palsu dan tantangan yang terus menerus terhadap kerasulan Paulus yang menjadi fokus utama dari surat-surat Korintus. Seperti yang telah saya katakan jika kita membandingkan besarnya ruang yang Paulus berikan untuk membahas masalah incest, dengan ruang yang ia pakai untuk membahas mengenai perpecahan, maka kita temukan bahwa ruang untuk membahas mengenai perpecahan dan pertentangan itu besar. Tema ketidakbersatuan dan pertentangan, nabi-nabi yang benar dan yang palsu terus muncul. Paulus memang terus mengacu kepada “orang itu”, orang yang terlibat dalam hubungan incest, tetapi yang hanya merupakan katalis yang membangkitkan perselisihan mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Bukan seperti jika Paulus membuat masalah mengenai incest sebagai masalah utama. Bagaimanapun ia khawatir bahwa masalah ini akan memperkuat argumentasi mengenai apakah ia adalah rasul atau bukan. Perdebatan mengenai Paulus dan timnya dan para “rasul yang luar biasa” (baca : para rasul palsu) merupakan inti permasalahan, yang sengaja diperkuat oleh Paulus dan timnya yang sedang menyelesaikan masalah ini.


Tema selanjutnya adalah mengenai uang. Paulus berulang kali menyebutkan mengenai uang dan mengenai menerima nafkah dari memberitakan Firman, hal yang ingin ia lupakan  demi kepentingan mereka. Agar tak seorangpun dapat menuduh bahwa ia terlibat dalam pelayanan ini hanya untuk uang. Masalah pemberian bagi orang-orang kudus di Yerusalem menjadi bagian dari perdebatan ini. Perdebatan yang panjang dan terus berlangsung. Ada acuan-acuan yang terselubung di sepanjang kedua surat ini tetapi kemudian bagian utama dari surat Korintus yang kedua diberikan untuk membahas mengenai “masalah uang”. (1 Kor 9, 16:1, 2 Kor 8 dst.)


Ada tema mengenai kelemahan. Kata ini ditenun melalui teks surat-surat Korintus. Riset mengenai “lemah” dan “kelemahan” menunjukkan bagaimana benangnya mengalir di sepanjang surat-surat Korintus. (1 Kor 1:25, 2:3, 4:10, 8:7, 8:11, 9:22, 11:30, 12:9, 13:4, 15:43, 2 Cor 10:10, 11:21, 11:29, 11:30, 12:9, 12:10, 13:3, 13:4, 13:9). Tetapi kemudian juga ada turunan-turunan lain yang sama kuatnya seperti konsep-konsep yang berkaitan dengan kekuasaan dan kebijaksanaan dll. Ketika Paulus menggunakan kata “kuat” ia memaksudkan agar dibaca sebagai “lemah”. Anda akan mengingat pernyataan-pernyataannya mengenai Allah yang menggunakan yang lemah untuk membingungkan yang kuat, yang bodoh untuk mengacaukan yang bijaksana, yang miskin untuk menjatuhkan yang kaya dll. Ini adalah tema yang ditenun di sepanjang kedua surat ini.


Paruh kedua dari kitab 1 Korintus, dari bab 7 dst, adalah tanggapan Paulus terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka. (Lihat Permata Alkitab 363). Tetapi tema-tema yang disebut di atas terus muncul. Tema mengenai uang dan para rasul palsu mengisi ruang besar paruh kedua dari kitab 2 Korintus (bab 8 dst).


Jangan lupa akan tema dalam dan luar Paulus yang kita bahas dari 2 Kor bab 3 hingga bab 5. (Lihat Permata-permata 518-520, 522-524, 526-533).


Saya percaya Anda ada waktu untuk dapat lebih memahami mengenai surat-surat Korintus. Waktu yang telah Anda ambil untuk mendalami surat-surat ini akan menolong untuk menyimpan pemahaman mengenai surat-surat ini untuk seterusnya. Jika Anda mengerjakan tugas, Anda menuai keuntungannya. Saya harap ini akan membuat Anda menjadi ingin meneliti lebih lanjut. Jika Anda mulai melihat kehebatan dan keajaiban Firman, ini akan membuat Anda menginginkan lebih banyak. Ini yang terjadi dengan saya. Saya sudah memperingatkan Anda sebelumnya, ini membuat kita ketagihan. Tetapi Allah memang membuat kita ketagihan dan tidak ada ketagihan yang lebih baik daripada ketagihan untuk mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa, pikiran dan kekuatan Anda, bahkan dengan kelemahan Anda juga.

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi saya menanti-nantikan saat saya bisa mulai membahas kitab Efesus. Apakah Anda menyadari bahwa saya melakukannya lebih untuk diri sendiri daripada untuk Anda ? Saya memang orang yang mementingkan diri sendiri.


Kita tidak bisa menonton TV selama 3 jam lalu membaca Alkitab selama 3 menit dan bertumbuh secara rohani – Rick Warren

YOU TOOK MY PLACE

One day, a man went to visit a church.  He got there early, parked his car and got out. Another car pulled up near the driver got out and said, "I always park there!  You took my place!"

 The visitor went inside for Sunday School, found an empty seat and sat down.  A young lady from the church approached him and stated, "That's my seat!  You took my place!"  The visitor was somewhat distressed by this rude welcome, but said nothing.


After Sunday School, the visitor went into the sanctuary and sat down.  Another member walked up to him and said, "That's where I always sit!  You took my place!" The visitor was even more troubled by this treatment, but still said nothing.

Later as the congregation was praying for Christ to dwell among them, the visitor stood up, and his appearance began to change.  Horrible scars became visible on his hands and on his sandaled feet.  Someone from the congregation noticed him and called out, "What happened to you?"

 

The visitor replied, as his hat became a crown of thorns, and a tear fell from his eye

"I took your place!"

Bible Gem 823 - Old garments / Old wineskins (Luke 5:36-39)

Then Jesus gave them this illustration: "No one tears a piece of cloth from a new garment and uses it to patch an old garment. For then the new garment would be ruined, and the new patch wouldn't even match the old garment. 

"And no one puts new wine into old wineskins. For the new wine would burst the wineskins, spilling the wine and ruining the skins. 

New wine must be stored in new wineskins. 

But no one who drinks the old wine seems to want the new wine. 'The old is just fine,' they say." (Luke 5:36-39)

This pericope is attached to the one before it in all three synoptic gospels. It is not like Luke has taken it and moved it into a new location, relating it something else. All three gospel writers attach it to the previous element. But why? What is being said here. It is more than likely it is not Matthew, Mark or Luke who have positioned this story where it is, but Jesus. Likely as not it is He who has put these elements together. Take time to look at the bigger picture and how the pieces fit rather than just working through the Bible pericope by pericope. When you lift your head and look up you realize something more of the intent behind the stories. Sometimes that intent is a particular theme the gospel writer is wanting to convey. Other times it is clearly Jesus who has ordered the stories, as we shall see later in Luke to dramatic effect.  You need to keep your wits about you as you move from pericope to pericope. The pericopes operate the same way that we found chapter boundaries working. Learn to read across them in order to put the big picture together. 

Take time to compare this segment across all three gospel writers. You will see there are some differences. 

What is being said here and how does this connect? Why the differences between the gospels? Take some time to think about what is being said here. We will pick up the thread again tomorrow.  

Once you have worked out what is being said take time to ponder your life in the context of Jesus' message. Never forget to apply Scripture to yourself personally or you will become like the man in the mirror in James 1.

Live without pretending, love without depending, listen without defending, speak without offending.

 

The opposite of courage in our society is not cowardice; it's conformity! Rick Godwin

 

Change is often rejected coz we overestimate d value of what we have & underestimate d value we'll get by releasing what we have. Jonny Herjawan

 

The pessimist complains about the wind. The optimist expects it to change. The leader adjusts the sails. John Maxwell